MEMBIDIK KEUTAMAAN SHALAT ISYA DAN SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID

Bismillaah

             Saudaraku, shalat isya dan shalat shubuh berjamaah di masjid adalah merupakan kewajiban bagi kita para laki-laki. Karena shalat berjamaah di masjid hukumnya fardhu ain bagi kaum laki-laki dan hanya boleh ditinggalkan kalau ada uzur syar’I, semisal hujan, sakit, dll.

Shalat isya dan shubuh berjamaah di masjid terkadang sering sedikit jamaahnya alias masjid menjadi luas ketika shalat isya dan shubuh ini, entah mengapa hal ini bisa terjadi. Padahal kalau kita ingat sebuah hadits tentang sifat orang munafiq  adalah berat untuk melaksanakan shalat shubuh dan isya ini, ini berdasarkan hadits sebagai berikut :

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Maka itu hendaknya kita sebagai umat Islam dan kaum mukminin janganlah menyerupai sifat orang munafik yang berat untuk melaksanakan shalat shubuh dan isya’ ini. Hendaknya ketika adzan shubuh dan isya dikumandangkan, bersegeralah ke masjid,janganlah kita mengatakan ketika adzan isya seperti kalimat berikut ,” ah, masih banyak kerjaan, numpuk nih ” , lalu ketika adzan shubuh, ” ah,ngantuk, nanti aja di rumah, lima menit lagi deh, ane bangun “. Hendaknya kita meninggalkan pekerjaan kita sejenak dan shalat isya di masjid berjamaah ,dan hendaknya bagi kita meninggalkan selimut serta kasur kita untuk segera shalat shubuh berjamaah di masjid.

Lalu, apakah keutamaan shalat isya dan shubuh berjamaah di masjid ?

Ya, keutamaanya adalah berdasarkan hadits berikut :

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Bayangkan wahai saudaraku, apakah anda tidak tertarik dengan janji Allah tersebut ? Shalat isya berjamaah di masjid seolah-olah telah shalat malam separuh malam dan shalat shubuh berjamaah di masjid seolah-olah telah shalat seluruh malam.

Shalat semalam full = kira-kira 100 rakaat

Shalat setengah malam full = kira-kira 50 rakaat

Bayangakan wahai saudaraku, ketika kita shalat isya berjamaah di masjid, kira-kira kita mendapatkan pahala seperti seolah-olah shalat 50 rakaat, padahal kita hanya shalat 4 rakaat saja, dan ketika kita shalat shubuh berjamaah di masjid kita mendapatkan pahala seolah-olah shalat 100 rakaat, berarti dalam sehari semalam , kita seolah-olah telah sudah mendapatkan pahala 150 rakaat shalat malam.

” Jika dalam sehari semalam kita sudah mendapatkan pahala 150 rakaat shalat malam, makam dalam 1 bulan kita akan mendapatkan pahala kira-kira 4500 rakaat shalat malam dan dalam setahun kira-kira kita mendapatkan pahala 54750 rakaat shalat malam”

Namun bagi orang-orang yang cerdas, dia tidak akan shalih sendiri, dia berusaha menyolehkan orang lain yaitu dengan membagi ilmu ini, tentang keutamaan shalat shubuh dan isya berjamaah di masjid. Orang-orang cerdas tersebut member tahu tentang keutamaan shalat shubuh dan isya berjamaah bisa dengan sms dakwah , dengan menyebarkan tulisan ini, dan atau dengan beradzan ketika shalat isya dan shubuh.  Bayangkan kalau anda mengajak dan mengajarkan ilmu ini lalu diamalkan oleh orang-orang yang kita ajarkan, bertambah banyaklah pahala kita.

” Jika anda mengajarkan ilmu tentang hal ini, dan semisal ada 10 orang saja yang tersadar akan hal ini, maka anda bisa mendapatkan pahala 1500 rakaat shalat malam dalam sehari semalam lalu anda dapat pahala 45000 rakaat shalat dalam sebulan dan dalam setahun anda akan mendapatkan 547500 rakaat shalat malam.”

 ” Ingatalah bahwa orang yang menunjukkan kepada kebaikan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukan kebaikan tersebut tanpa dikurangi sedikit pun, hal ini berdasar pada salah satu hadits shahih”.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s